Rabu, 01 Februari 2017

Home » , » Iwan Fals – Belalang Tua

Iwan Fals – Belalang Tua

Belalang tua di ujung daun
Warnanya kuning kecoklat-coklatan
Badannya bergoyang ditiup angin
Mulutnya terus saja mengunyah, tak kenyang-kenyang...

Sudut mata kananku tak sengaja
Melihat belalang tua yang rakus
Sambil menghisap dalam rokokku
Kutulis syair tentang hati yang khawatir...

Sebab menyaksikan akhir dari kerakusan
Belalang tua yang tak kenyang-kenyang...

Seperti sadar kuperhatikan, ia berhenti mengunyah
Kepalanya mendongak ke atas
Matanya melotot melihatku tak senang
Kakinya mencengkram daun, empat di depan dua di belakang bergerigi tajam
Sungutnya masih gagah menusuk langit
Berfungsi sebagai radar...

Belalang tua masih saja melihat marah kearahku
Aku menjadi grogi dibuatnya
Aku tak tahu apa yang dipikirkan
Tiba-tiba angin berhenti mendesir
Daun pun berhenti bergoyang...

Walau hampir habis, daun tak jadi patah
Belalang yang serakah berhenti mengunyah...

(*)
Kisah belalang tua diujung daun
Yang hampir jatuh tetapi tak jatuh
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
Sebab kubilang tak kenyang-kenyang...

(**)
Kisah belalang tua diujung daun
Yang kakinya berjumlah enam
Kisah belalang tua yang berhenti mengunyah
Sebab kubilang kamu serakah...

[Interlude]

Belalang tua di ujung daun
Dengan tenang meninggalkan harta karun
Warnanya hijau kehitam-hitaman, berserat berlendir
Bulat lonjong sebesar biji kapas...

Angin yang berhenti mendesir
Digantikan hujan rintik-rintik
Aku yang menulis syair tentang hati yang khawatir
Tak tahu kapan kisah ini akan berakhir...

Back to: (*), (**)

0 komentar :

Posting Komentar